Diskusi Publik HIMAGRO 2016

Yogyakarta (16/04) – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI) menggelar acara Diskusi Publik dengan tema “Mekanisme dalam Mewujudkan Swasembada Pangan di Era MEA” Pada hari Sabtu, 16 April 2016 bertempat di Convention Hall Asri Medical Center. Diskusi Publik ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi mahasiswa dan semua kalangan umum tentang langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam mewujudkan swasembada pangan di Era MEA saat ini.

IMG_7432

Diskusi Publik ini dipandu oleh Genesiska, S.Si., M.Sc selaku moderator, berprofesi sebagai Dosen Prodi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Rangkaian acara Diskusi Publik diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber-narasumber yang berasal dari Instansi, lembaga, ataupun stakeholder yang berkaitan dengan bidang tersebut. Masing-masing narasumber diberikan waktu 10 menit untuk memaparkan materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel.

Narasumber pertama berasal dari Kementrian Pertanian RI yang diwakilkan oleh Dr. Ir. Widi Harjono selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yang menyajikan materi mengenai “Program Kementrian Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”. Narasumber kedua Ir. Kaswenda MSc selaku Kepala Bagian Evaluasi dan Layanan Komunikasi yang mewakili Dirjen Tanaman Pangan RI. Materi yang disajikan mengenai “Kebijakan Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan di Era MEA”. Kemudian Narasumber ketiga yakni Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Pengamat Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia dengan materi mengenai “Perkembangan Perekonomian Pertanian dan Peran Pemerintah di era MEA dan Narasumber terakhir berasal dari Aliansi Petani Indonesia yakni Muhammad Rifai, SE yang menyajikan materi mengenai Swasembada Pangan Nasional dan Strategi Petani didalam Menghadapi Pasar Tunggal ASEAN.

Acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Pada sesi ini terlihat jelas bahwa para peserta Diskusi Publik berperan aktif serta antusias dalam menanggapi materi yang telah disampaikan oleh Narasumber. Hal ini terbukti dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada Narasumber sehingga suasana diskusi menjadi semakin hidup. Dengan adanya diskusi ini diharapkan dapat memunculkan suatu ide, gagasan dan program nyata bagi para pelaku birokrasi pertanian dan mahasiswa sebagai generasi muda serta masyarakat dan kelompok Tani selaku pelaku usaha dan konsumen untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu faktor untuk kemajuan negara. Berikut kesimpulan yang dapat diperoleh dalam diskusi publik ini:

Swasembada pangan di era MEA cukup menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia, khususnya dibidang pertanian agar mampu berperan sebagai pasar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, bukan hanya sebagai konsumen. Indonesia masih perlu pembenahan dalam berbagai aspek diantaranya produk Indonesia sendiri harus mendapat dukungan agar produk meningkat secara kuantitas dan kualitas. Petani sebagai produsen harus disejahterakan, difasilitasi dan mendapat perlakuan yang lebih adil untuk mencapai tujuan kemandirian pangan. Peran positif pemerintah juga harus didukung dan saling bersinergi sekaligus dikritisi/ dikoreksi agar kebijakan yang diambil pemerintah bisa pro rakyat dan tidak menekan pihak lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s