CONVERT (COMPOST AND VERTIKULTUR) TREANING SLB Negeri 1 Bantul

JB
Bersama Anak ABK

Hai Agrotekers ! Kayaknya HIMAGRO ga ada bosen-bosen nya yah cerita mulu tentang kegiatan yang kita lakuin, bukan maksud curhat tapi mau share pengalaman aja hehe J nah sebelum lebih jauh kami menjelaskan tentang kegiatan ini kami bakalan menjelaskan terlebih dahulu pengertian tentang pengabdian masyarakat soalnya kali ini penanggungjawab dari acara kece ini adalah divisi paling keren dan ceweknya paling kuat-kuat hahah yaitu divisi Pengabdian Masyarakat. So guys, pengabdian  masyarakat merupakan langkah nyata bukti peran mahasiswa terhadap masyarakat. Mahasiswa dikatakan sukses ketika ilmu dan pengalaman yang didapatkan di bangku kuliah  mampu diterapkan menjadi manfaat pada masyarakat. Selain itu, pengabdian masyarakat merupakan sarana belajar mahasiswa untuk meningkatkan soft skill jalinan sosial dengan masyarakat yang menjadi tujuan dari masa pembelajaran dan perkuliahan fakultas pertanian UMY. Program kemitraan pelatihan pengomposan dan vertikultur di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Bantul, Yogyakarta.

Tidak semua manusia terlahir dengan sempurna. Ada beberapa manusia yang memiliki kekurangan mental dan fisik yang biasa disebut dengan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Dalam hal pendidikan, ABK memiliki hak yang sama dengan manusia pada umumya, seperti yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 5 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Hanya saja ABK membutuhkan pendidikan khusus yang sesuai dengan kondisinya. Pendidikan khusus ini dapat diperoleh pada sekolah luar biasa. Berbagai program yang diberikan kepada ABK akan membantunya dalam menjalani kehidupan di masa mendatang, seperti menanamkan kreativitas bertanam. Kreativitas bertanam ini mendorong ABK untuk mengembangkan daya kreativitas teknik bertanam melalui bidang pertanian.

Pembuatan pengomposan dari pemanfaatan bahan-bahan organik seperti dedaun kering dan libah rumah tangga yang berada disektar SLB Negeri 1 Bantul atau yang berada disekitar tempat tinggal rumah siswa-siswi SLB Negeri 1 Bantul merupakan salah satu kreatifitas untuk menumbuhkan jiwa cinta lingkungan atau ramah lingkungan. Hasil pengomposan tersebut dapat diaplikasikan ke teknik bertanam Vertikultur yang menggunakan pipa paralon. Teknik bertanam vertikultur merupakan salah satu solusi kepada para siswa-siswi ABK yang memiliki keterbatas untuk kemandiriannya tanpa tergantung pada orang lain disekitarnya terlebih untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Teknik bertanam vertikultur yang praktis dapat pengisi ruang-ruang kosong yang tidak terpakai. Seperti lahan perkarangan yang sempit. Selain itu juga teknik bertanam vertikultur ini sebagai solusi bagi para ABK untuk bertani menjawab tantangan isu-isu terkait alih fungsi lahan yang semakin merabah dimana-mana.

Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian berperan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat dan mengajarkan kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Bantul mengenai kegiatan pengomposan serta teknik budiaya tanaman secara vertikultur.

Pada sabtu, 25 Februari 2017, telah melaksakan program kemitraan di SLB Negeri 1 Bantul, kegiatan ini merupakan sarana bagi Anak-anak berkebutuhan khusus, yaitu CONVERT (COMPOST AND VERTIKULTUR) TREANING SLB Negeri 1 Bantul. Sasaran pelatihan ini yaitu siswa-siswi tuna Grahitha dan guru SLB Negeri 1 Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan anak-anak SLB Negeri 1 Bantul agar memiliki sikap kreatif, mandiri, kecapakan, bertanggung jawab serta menjadikan pertanian berkelanjutan sebagai bekal pengetahuan.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, Tahap pertama diadakan wrokshop untuk para guru oleh Rudi Wiryawan, S. P  mengenai teknik bertanam vertikultur dan pengomposan dan dilanjutkan dengan diskusi mengenai materi yang telah dipaparkan. Setelah itu peserta melakukan pelatihan pembuatan vertikultur gantung dari botol bekas.di waktu yang sama Ditempat berbeda siswa-siswi SLB Negeri 1 Bantul diberi pelatihan teknik bertanam secara veltikultur tegak dan veltikultur komunal. Metode ajar yang digunakan dalam pelatihan yang diberikan kepada siswa-siswi SLB Negeri 1 Bantul dengan cara penjelasan materi secara singkat dan langsung dilakukan pratiknya.Setelah itu para guru dan siswa-siswi mengikuti pelatihan pembuatan kompos

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat dan kesadaran akan pentingnya ilmu bertanaman pada para guru maupun siswa(i). Serta memberi manfaat bagi kita juga untuk saling memberi dan mengayomi antar sesama manusia. Himagro ! Muda Berkarya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s